Saturday, March 6, 2010

Teori medan kurt lewin


Tugas bikin resume tentang kelemahan dan kelebihan teori medan serta teori-teori lapangan lainnya....Namanya juga resume,,jadi hasilnya gak lengkap.
Resume penuh dari buku teori-teori sosialnya aarrgghhh lupa pengarangnya... "v

Kelebihan dan kelemahan teori medan.
Kelebihan teori medan adalah adanya buku bahwa penelitian psikologi social dapat juga dilakukan dengan metode-metode eksperimental dan dapat dilakukan dalam laboratorium.
Teori medan juga mengandung beberapa kelemahan yaitu :
• Kurt lewin tidak menyajikan teori secara sistematis
• Banyak konsep dan konstruk yang tidak didefinisikan secara jelas sehingga memberikan arti yang kabur
• teori ini terlalu bersibuk diri dengan aspek-aspek yang mendalam dari kepribadian sehingga mengabaikan tingkah laku motoris yang nampak dari luar.
• Penggunaan konsep-konsep topologi telah menyimpang dari arti sebenarnya (penyalahgunaan topologi)

Teori –teori lapangan dalam psikologi social
 Teori tentang hubungan interpersonal oleh heider
 teori lapangan tentang kekuasaan dari Cartwright
 Teori tentang kekuasaan oleh French
 Teori tentang kerja sama dan persaingan oleh Deutsch

1. Teori tentang hubungan interpersonal
Heider menggunakan istilah sehari-hari dalam teorinya menerangkan hubungan antarmanusia. Dia mengatakan bahwa common sense (logika berpikir sehari-hari) merupakan hal yang mengatur tingkah laku orang terhadap orang lain. Berdasarkan pendekatan ini, Heider mengemukakan bahwa tingkah laku interpersonal dapat diuraikan kedalam 10 aspek.
a. Mengamati orang lain
Pada saat mengamati seseorang, orang yang mengamati (p) dan orang yang diamati (o), mengalami dua pengalaman yaitu pengalaman fenomenal dan pengalaman kausal. pengalaman fenomenal adalah segala sesuatu yang terjadi dalam hubungan orang dengan lingkungannya, sedangkan dalam pengalamankausal, orang yang bersangkutan mencoba menganalis factor atau kondisi yang mendasari pengalaman fenomenal.
Kepribadian objek merupakan factor yang menentukan bagaimana rangsang yang dilihat oleh indera oleh O akan muncul pada P. Hal ini disebut mediasi dan ini kadang keliru saat P tidak dapat menangkap makna dari tingkah laku O yang disebut mediasi ambigous.
b. Orang lain sebagai pengamat
Saat P mengamati O, P juga menyadari bahwa O juga memperhatikan P. Akibatnya, hal ini berpengaruh paa P dalam tiga hal yaitu tindakan, harapan dan sifat-sifatnya. Pengamatan O tidak hanya pada P, tetapi juga pada objek lain (X) yang diketahui juga oleh P. Hal ini akan berpengaruh pada P karena pengetahuan O tentang X menyebabkan O dapat lebih menguasai lingkungannya, penilaian O terhadap X bisa sejalan atau tidak sejalan dengan penilaian P, timbul motivasi pada O untuk melakukan tindakan lebih lanjut tentang X, O mampu melaporkan tentang X kepada orang-orang diluar P, dan persamaan pandangan antara O dan orang lain tentang X menimbulkan kebersamaan antara O dan orang lain.
c. Analisis yang Naif tentang tindakan orang
Dalam hubungan interpersonal, seseorang mengamati dan menginterpretasi perilaku orang lain dengan melakukan analisis secara sederhana (naïf) dan dalam analisis itu dicari sifat-sifat bawaan dari orang yang diamati tersebut.
d. Kausalitas Personal dari Impersonal
Heider membedakan gejala dalam hubungan interpersonal dalam dua jenis yaitu kausalitas personal dan kausalitas impersonal.
e. Hasrat dan Kesenangan
Hasrat dan kesenangan sangat erat hubungannya, tetapi tidak selamanya demikian. Hasrat adalah sesuatu yang harus ada terlebih dahulu sebelum timbul percobaan, sedangkan kesenangan adalah pengalaman yang timbul akibat percobaan.
f. Sentimen
Sentimen adalah perasaan yang timbul dalam diri seseorang, bisa positif atau negative. Pengaruh sentiment dalam hubungan interpersonal bahwa ia dapat menimbulkan atau penghambat pembentukan unit dan keadaan seimbang.
g. Keharusan dan nilai
Keharusan bersifat impersonal. Keharusan juga penting artinya dalam hubungan interpersonal karena semua orang dalam lingkungan itu harus melakukannya. Nilai juga bersifat impersonal. Nilai lebih merupakan daya yang masih potensial dan baru muncul dalam bentuk perilaku dalam keadaan-keadaan tertentu.
h. Permintaan dan Perintah
Permintaan dan perintah masing-masing didasarkan pada sentiment dan kekuasaan. permintaan dasarnya adalah sentimen positif dimana P bergantung pada O dalam mengharapkan hasil X, sedangkan perintah didasarkan pada kekuasaan P terhadap O.
i. Keuntungan dan kerugian
Persepsi P tentang keuntungan atau kerugian yang diperolehnya dari O akan berpengaruh terhadap P kepada O.
j. Reaksi terhadap pengalaman orang lain.
Persepsi terhadap pengalaman orang lain menimbulkan reaksi yang oleh psikologi common sense disebut emosi. Reaksi P terhadap pengalaman O ini dipengaruhi oleh sentiment P terhadap O, pengalaman-pengalaman P sendiri, persamaan-persamaan P dengan O.

2. Teori lapangan tentang kekuasaan oleh Cartwright
Menurut Cartwright, kekuasaan A atas B dalam rangka mengubah X menjadi Y pada waktu tertentu sama dengan kekuataan maksimum dari daya-daya yang dapat dihasilkan oleh A ke jurusan tersebut (X ke Y) pada waktu tertentu.
Menurut Cartwright,daya terdiri dari pelaku, tindakan pelaku, lokus, hubungan langsung, dasar motif , besaran dan waktu . Daya ini yang membentuk kekuasaan.
Kelemahan teori ini adalah selain ketidak jelasan dalam mendefinisikan istilah primitive, dia juga kurang jelas mendefinisikan kekuasaan. Cartwright hanya menjelaskan hubungan kekuasaan antara dua orang sedangkan sebetulnya kekuasaan merupakan gejala dari suatu system social.

3. Teori lapangan tentang kekuasaan social oleh French
Teori ini membahas tentang proses pengaruh mempengaruhi dalam kelompok, khususnya dalam kaitannya dengan pendapat atau perubahan pendapat kelompok. Dalamkelompok semua daya yang dihasilkan oleh masing-masing anggota kelompok tertentu bersatu pada satu titik keseimbangan tertentu. waktu yang diperlukan untuk suatu proses perubahan pendapat kelompok, dari suatu pendapat tertentu ke pendapat yang lain disebut unit. Proses saling mempengaruhi yang menyebabkan perubahan titik keseimbangan dapat terjadi melalui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung.
ada lima macam kekuasaan dasar yang berpengaruh dalam hubungan antara dua orang yaitu kekuasaan rujukan, kekuasaan ganjaran, kekuasaan hukuman, kekuasaan pengabsahan, dan kekuatan keahlian.
Teori French cukup baik untuk menerangkan berbagai gejala yang dapat terjadi dalam struktur kekuasaan dalam kelompok, tetapi konsepnya tentang unit tidak begitu jelas.

4. Teori tentang kerja sama dan persaingan oleh Deutsch
Pusat perhatian teori ini adalah pengaruh dan kerjasama dan persaingan dalam kelompok kecil. perbedaan ini terletak pada sifat-sifat wilayah-wilayah tujuan pada kedua situasi tersebut. Dalam wilayah kerja sama, wilayah yang menjadi tujuan dari seseorang anggota kelompok atau subkelompok hanya dapat dimasuki oleh individu atau oleh subkelompok lain juga bisa memasuki wilayah tujuan itu. Dalam situasi persaingan, kalau individu sudah masuk wilayah tujaun, maka individu lain tidak akan bisa mencapai wilayan tujuan mereka masing-masing.
Dengan demikian, orang-orang dalam situasi dimana wilayah-wilayah tujuannya saling menunjang akan bersama-sama kea rah wilayah tujuan tersebut, sedangkan orang-orang dalam situasi yang wilayah tujuannya saling menghambat akan berlokomosi sedemikian rupa sehingga orang lain dalam kelompoknya tidak mencapai wilayah tujuan masing-masing.
Meski teori Deutsch memberikan konsep tajam dan jelas tentang situasi kerja sama dan persaingan sehingga dapat dijadikan dasar untuk penelitian, namun hipotesis-hipotesis yang ia ajukan hanya didasarkan pada suatu penelitian terhadap sebuah kelompok kecil yang sangat khusus sifatnya, yaitu kelompok yang terdiri dari lima orang mahasiswa yang diminta untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu.


--semoga bermanfaat--

3 komentar:

Winda Widia Ningtyas said...

makasii resume nya , sangat membantu :D

AsfarpsI2010gi said...

wow... that was awesome!!!

dodywijaya1993 said...

Thanksssss.... Sangat berguna buat saya jugaaa....

Post a Comment

Apa yang anda pikirkan?? Hihihi